Analisis Flexing Culture Dalam Perspektif Al-Quran Studi Praktek Hedonisme Di Media Sosial

Main Article Content

Mohammad Wildan Zulfikar

Abstract

Dinamika sosial manusia melahirkan berbagai budaya, termasuk kebiasaan positif seperti gotong royong dan negatif seperti memamerkan diri. Di era post-truth yang penuh ketidakpastian, fenomena "flexing" atau pamer kemewahan oleh influencer di media sosial menjadi umum, meski dianggap tidak etis dan bertentangan dengan nilai moral Islam. Flexing, yang sering dilakukan oleh influencer demi pengakuan, berisiko menimbulkan perilaku konsumtif dan hedonis. Islam mengajarkan penggunaan harta untuk kebaikan dan menghindari pameran kekayaan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik flexing culture dari perspektif Al-Qur’an dan untuk mengetahui praktik flexing culture yang berkembang di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumenter dan dianalisis dengan teknik deduktif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) Al-Qur’an mengkritik budaya flexing, yang dianggap dapat membawa dampak buruk. Sebagai contoh, QS. At-Takatsur ayat 1 mencela perbuatan berbangga-bangga dalam memperbanyak harta dunia, yang dapat melalaikan manusia dari tujuan hidup yang sebenarnya. 2) Budaya flexing tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga marak di media sosial. Salah satu contoh adalah akun Willie Salim yang mengunggah konten flexing pada tanggal 1 Desember 2023, mencerminkan tren memamerkan kekayaan di platform digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Adi, K., Prades Arianto Silondae, Achmad Abubakar, Halimah Basri, & Muh. Azka Fazakah Rifah. (2023). Perilaku Hedonis dalam al-Qur’an Studi atas Term al-Israf Q.S al-A’raf ayat 31. Al-Mutsla, 5(2), 425–437. https://doi.org/10.46870/jstain.v5i2.755

Adinda, K. (2023). Flexing di Instagram: Antara Narsisisme dan Benefit. EMIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 68–90.

Al-Maraghi, A. M. (1946a). kitab tafsir Al-Maraghi juz 27.pdf. Maktabah Musthafa Al-babi.

Al-Maraghi, A. M. (1946b). Tafsir Al-Maraghi juz 24. Maktabah Musthafa Al-babi.

Al-Maraghi, A. M. (1946c). Tafsir Al-Maraghi juz 30. Maktabah Musthafa Al-babi.

bin Muhammad bin Abdurahman bin Ishak Al-Sheikh, A. (n.d.). Tafsir Ibnu Katsir 5.2.pdf. Mu-assah Daar Al-hilal.

Budiman, A. (2023). Analisis Etika Ibnu Miskawaih Terhadap Fenomena ‘Flexing’ di Media SosialNo Title. Jurnal Study Keagamaan Islam, 1, 31.

Darmalaksana, W. (2022). Studi Flexing dalam Pandangan Hadis dengan Metode Tematik dan Analisis Etika Media Sosial. Gunung Djati Conference Series, 8, 413.

Fauzan, A., Sanusi, H., & Wafa, M. A. (2021). Dampak Aplikasi Tik Tok pada Interaksi Sosial Remaja “Studi di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar.” Doctoral Dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB, 1–14.

Fauzi, A. Z. N. (2022). Tren Flexing Media Sosial. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Firstiyanti, A. (2023). Analisis Fenomena Flexing Pada Video Sultan Medan Beli Mobil Listrik Tesla Jam 3 Pagi!! #Murahbanget Di Kanal Youtube Indra Kenz. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(04), 168–175. https://doi.org/10.56127/jukim.v2i04.776

Katsir, I. T. (2003). Lubaabut Tafsiir Min Ibni Katsir (Tafsir Ibnu Katsir 5.1). In Tafsir Ibnu Katsir.

Khayati, N., Apriliyanti, D., Nastacia Sudiana, V., Setiawan, A., & Pramono, D. (2022). Fenomena Flexing Di Media Sosial Sebagai Ajang Pengakuan Kelas Sosial Dengan Kajian Teori Fungsionalisme Struktural. Jurnal Sosialisasi, 9, 6.

Nurhayat, E., & Noorrizki, R. D. (2022). Flexing: Perilaku Pamer Kekayaan di Media Sosial dan Kaitannya dengan Self-Esteem. Flourishing Journal, 2(5), 368–374. https://doi.org/10.17977/um070v2i52022p368-374

Rini, D. (2018). Diksi Dan Gaya Bahasa Dalam Media Sosial Instagram. Jurnal Widyaloka Ikip Widya Darma, 5(3), 261–278.

Rosali, E. S. (2020). Pendekatan Multidisipliner. Ideas.

Shihab Quraish. (2002). Tafsir Al-misbah jilid 11. In Analytical Biochemistry (Vol. 11, Issue 1). Lentera Hati.

Shihab Quraish. (2021). Tafsir Al-Misbah Jilid 15. 15, 269–270.

Utami, W., & Abdullah, A. (2023). Flexing dalam Pandangan Islamic Behavioral Finance. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(03), 3502–3510.

Wahbah, A.-Z. (1980). al-Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa al-Sharī’ah wa al-Manhaj. In Dar al-Fikr al-Mu’asir. Dar al-Fikr al-Mu’asir.

Wahyudi, F. M. Z., Anjani, A. T., & Azizah, Z. N. (2023). Qs. At-Takatsur [102] ayat 1: Celaan Terhadap Hedonisme dan Flexing. JAHE: Jurnal Ayat Dan Hadist Ekonomi, I(3), 86–97.

Zulfa, A. N. (2020). PANDANGAN AL-QUR’AN TERHADAP GAYA HIDUP HEDONISME. INSTITUT ILMU AL-QUR’AN JAKARTA.